Sabtu, 15 Oktober 2011

ALAT BERAT KONSTRUKSI


1.        Bulldozer
            Pada umumnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai alat penggerak utamanya. Bulldozer sangat baik untuk pengolahan lahan pemindahan tanah jarak dekat dan efektif sekali untuk houling distance sampai maksimum 100 meter. Bulldozer dapat juga digunakan sebagai memotong dan mendorong tanah sekaligus ke depan.
Bulldozer sangat penting kegunaannya terutama untuk :
·           Membersihkan medan dari tanggul kayu dan batuan yang tidak terpakai.
·           Memindah dan menghampar tanah isian (fiels)
·           Pemelihara jalan kerja
·           Menyiapkan bahan dari soil borrow pit dan quarry pit/tempat pengambilan bahan.
·           Penghamparan tanah timbunan pada badan jalan sekaligus berfungsi memadatkan tanah tersebut.
Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak utamanya, yang dilengkapi dengan dozer yang memungkinkan untuk diberi kemampuan mendorong kemuka, sedang angli dozer selain mendorong ke samping sampai membuat sudut 25 derajat terhadap kedudukan lurus.
Menurut Track shoe-nya, Bulldozer dibedakan sebagai berikut :
·         Crawler tractor dozer (dengan roda kelabang)
·         Wheel tractor dozer (dengan roda ban)
·      Swamp bulldozer (untuk daerah rawa)
Perbandingan antara dozer crawler tractor, dozer wheel tractor maupun swamp bulldozer. Tiap tipe dari Bulldozer mempunyai kelebihan tersendiri tergantung dari kondisi lapangan. Bulldozer merupakan alat yang sangat dominant diperlukan dengan dua fungsi sekaligus yaitu penghamparan dan pemadatan tanah.
Berdasarkan penggerak bladenya, bulldozer dibedakan sebagai berikut :
·         cabel controlade (kendali kabel)
ü  kesederhanaan dalam pemasangan
ü  kesederhanaan dalam perbaikan dan pemeliharaan alat.
ü  Bahaya akan rusaknya mesin berkurang karena blade dapat mengangkat dengan sendirinya jika menemui suatu rintangan misalnya tunggul-tunggul pohon
·         Hydrolic Controlade (kendali hidrolik)
ü  Dapat menekan blade kebawah, sebai tambahan beratnya sendiri, untuk lebih memaksakan blade ke dalam tanah
ü  Memungkinkan untuk lebih tepat menyetel posisi blade yang dikehendaki
ü  Pemeliharaannya lebih berat dan harus lebih teliti.
Macam-macam Blade Bulldozer :
·         Universal Blade (U-Blade)
Sayap (wing) yang terdapat di sisi blade maksudnya adalah untuk menahan material agar tidak kluar dari jalur dorongan. Hal ini memungkinkan bulldozer membawa/mendorong muatan lebih banyak karena kehilangan muatan yang relative kecil dalam jarak yang cukup jauh. Kebanyakan bulldozer dengan jenis blade seperti ini digunakan untuk antara lain :
ü  Stock pile work/ pekerjaan-pekerjaan penyediaan material
ü  Reklamasi tanah/ land reclamation
ü  Untuk penyediaan bahan dan teklamasi tanah.
·         Angling Blade (A-Blade)
Adalah paling cocok untuk segala jenis lapangan dan merupakan modifikasi dari U-Blade, manufer lebih mudah dan dapat menghandle material dengan mudah misalnya :
ü  Pembuangan ke samping (side casting)
ü  Pembukaan jalan (Poneering road)
ü  Menggali saluran (cating ditches)
·         Cushion Blade (C-Blade)
Dilengkapi bantalan karet untuk meredam tumbukan. Bulldozer ini untuk membawa dan mendorong material yang bladenya sangat efisian karena dapat menghindari kehilangan material sedikit mungkin. Blade ini juga di pakai untuk pemeliharaan jalan dan pekerjaan dozing yang lainmengingan lebar C blade ini memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan maneuver.
·         Universal Blade (U-Blade for Light material)
Blade ini didesign untuk pekerjaan yang noncohensive material (material yang terlepas)yang ringan antara lain :
ü  Stock file dari tanah lepas/gembur
ü  Reklamasi/Penggunugan dengan tanah lepas/lembur
·         Straight Blade (S-Blade)
Blade jenis ini adalah yang paling cocok untuk segala jenis lapangan, blade ini juga merupakan modifikasi dari U blade, maneuver lebih mudah dan dengan blade ini pula bulldozer dapat menghendel material dengan mudah.

2.        Scraper
Scraper adalah alat gali tanah, umumnya digunakan di tambang terbuka. Alat ini mampu melakukan tiga tugas sekaligus: memuat, mengangkut, dan membongkar muatan. Bentuk scraper mirip dengan truk biasa. Yang membedakan, bak bawah scraper dapat diturunkan dengan ujungnya berbentuk seperti bilah. Saat scraper bergerak maju, bilah akan menggaruk tanah mirip cara kerja sekop. Tanah garukan ini langsung ditampung dalam bak. Setelah bak penuh bilah kemudian diangkat, dan melajulah scraper ke tempat pembongkaran muatan.
Alat ini cocok digunakan di lapisan yang tidak terlalu keras. Begitu pula, tanah dengan banyak bongkah batu juga tidak cocok untuk scraper. Scraper efektif digunakan jika jarak angkut tidak terlalu jauh. Artinya, tempat pemuatan dan pembongkaran mesti berdekatan.
Scraper  ukuran besar umumnya mempunyai dua mesin untuk menggerakkan roda depan dan belakang. Besar mesin dapat mencapai 550 hp per buahnya. Selain bermesin sendiri, dikenal pula pula scaper tanpa mesin. Scraper jenis ini perlu ditarik alat lain untuk pengoperasiannya. Hanya sedikit yang masih menggunakan alat jenis ini.
Dua scraper dapat dioperasikan bersama dengan formasi push-pull. Dalam formasi ini kedua scraper digandengkan hingga dapat saling menarik-mendorong untuk mengoptimalkan kinerja. Di medan yang berat, scraper juga sering dibantu oleh bulldozer. Tugas bulldozer mendorong scraper untuk memberi tambahan tenaga.
3.        Loader
Loader adalah alat yang dipergunakan untuk pemuatan material kepada dump truck dan sebagainya. Sebagai prime mover loader menggunakan tracktor. Disini dikenal dua macam loader (ditinjau dari prime movernya), yakni :
a.           Loader dengan penggeraknya crawler tractor atau disebut track cavator
b.          Loader dengan penggeraknya wheel tractor
Loader didapat dengan menambahkan bucket container yang dipasang dibagian depan. Bucket di gunakan untuk menggali, memuat tanah dan material yang bergranular, mengangkatnya dan di angkut untuk kemudian dibuang (dumping) pada suatu ketinggian/pada dumptruck dan sebagainya. Loader adalah kaku, untuk menggerakan baucket dapat dengan cable atau hydraulic. Tenaga gali pada keadaan horizontal (bucket tidak diangkat) di dapat dari pergerakan prime movernya, sehingga disini baik kendali cable ataupun hydraulic hanya mempunyai fungsi menggerakan bucket keatas dan kebawah.
Loader dibuat kebanyakan dengan kendali hidrolis yang dilengkapi dengan tangan-tangan (arms) yang kaku untuk mengoperasikan bucketnya. Ukuran dari bucket bervariasi antara ¼ cuyd sampai dengan 25 cuyd kapasitas munjung terbesar. Yang biasa dipakai dan tersedia banyak adalah loader dengan ukuran bucket sampai dengan 5 cuyd. Bucket loader direncanakan untuk membongkar muatan yang mempunyai ketinggian 8 sampai 15 ft dengan ketinggian tersebut cukup untuk membongkar muatan keatas dump truck.
Penggunaan loader pada umumnya untuk memuat material dan membawa serta membongkar, juga digunakan untuk menggali pondasi basement suatu bangunan dengan catatan ruang geraknya memungkinkan untuk pelaksanaan pekarjaan. Penggunaan yang lain juga memuat material yang telah diledakan misalnya untuk pembuatan terowongan dan juga pekerjaan quarry dan pekerjaan terowongan.
4.        Alat Pengangkut
Jenis Peralatan pengangkut terdiri dari antara lain :.
4.1 Dump Truck
Penggunaan Dump Truck pada proyek ini ditujukan untuk mengangkut material-material dari quarry (tempat pengambilan batu/material). Ke tempat dimana proyek sedang dilaksanakan pekerjaannya, serta kadang-kadang juga digunakan untuk mengankut bahan/peralatan lain yang bersifat menunjang pelaksanaan pekerjaan. Keistimewaan dari Dump Truck adalah dimana muatan yang terdapat didalamnya ditumpahkan sendiri tanpa bantuan peralatan lainnya.
Berdasarkan cara penumpahannya, Dump Truck dibagi menjadi :
·         Penumpahan ke belakang (rear dump truck)
·         Penumpahan ke samping (side dump truck)
·         Penumpahan ke belakang ke samping
Dalam menentukan daya muat dump truck yaitu :
·      Berdasarkan muatan (ton)
·      Berdasarkan isi pers (rata) badannya (m3)
·      Berdasarkan isi munjung (penuh) (m3)
Kadang daya muat dapat diperbesar dengan menambah tinggi dinding badan truck, hal ini harus dihindari karena berakibat akan mempertinggi biaya exploitasi truck itu berupa :
·      Penambahan pemakaian bahan baker
·      Ban lebih cepat aus
·      Bagian penting dari mesin lebih cepat rusak
·      Bantalan (Bearings), roda gigi (gears) dan kopling juga lebih cepat rusak.
Dalam memilih ukuran truck untuk bekerja hendaknya disesuaikan dengan jumlah bahan/muatan yang akan diangkut, hal ini meyangkut pula jumlah truck yang akan dipilih. Untuk membandingkan keuntungan dan kerugian besar kecilnya truck yang digunakan, perlu diketahui data-data sebagai berikut :
·      Lebih mudah dikemudikan dan lebih flexible dalam angkutan jarak dekat.
·      Kecepatan lebih tinggi
·      Lebih mudah menyesuaikan banyaknya truck dengan kemampuan excavator dan dengan demikian mempertinggi operating factor.
·      Excavator lebih sukar memuatnya.
·      Waktu yang hilang lebih banyak karena banyaknya truck yang digunakan.
·      Berkurangnya produksi tidak begitu terasa bila salah satu truck dari kesatuan angkutan mengalami kerusakan.

4.1.1 Truck Besar
Keuntungan dari truck ini adalah:
·           Lebih sedikit dipergunakan, dengan demikian memperkecil biaya investasi dan biaya maintenance.
·           Pengemudi lebih sedikit dipergunakan.
·           Baik untuk angkutan jarak jauh.
·           Peralatan yang menumpuk/terkumpul disatu tempat dapat diatasi.
·           Lebih mudah dimuat, waktu yang terbuang lebih sedikit.
Kerugiannya :
·           Ongkos produksi lebih besar
·           Dapat merusak jalan
·           Pembatasan lalu lintas jalan umum (bebas jalan)

4.1.2   Truck Kecil
Keuntungan:
·           Lebih lincah dalam beroprasi
·           Lebih mudah mengoprasikannya.
·           Lebih fleksibel dalam pengangkutan jarak dekat
·           Pemeliharaan lebih mudah di laksanakan
·           Pertimbangan terhadap jalan kerja lebih sederhana
Kerugian:
·           Waktu hilang lebih banyak,akibat banyaknya truck yang beroprasi, terutama waktu muat.
·           Lebih banyak sopir yang diperlukan
·           Exapator lebih sukar untuk memuatnya, karena kecilnya bak.
Daya muat excavator berkisar antara 0,20-0,25 x daya muat Truck. Penempatan truck dengan tepat dalam posisi untuk dimuat penting sekali artinya, hendaknya diusahakan agar swing dari shovel supaya dapat dimuat pada seluruh panjang badan truck atau ditempat searah dengan swing dari shouvel dan permukaan diatur dengan swing.
Bila untuk membuang muatan, dimulai denngan menempatkan truck pada kedudukan yang baik. Bagi real dump truck akan berarti harus mundur kearah tempat pembuangan sehingga jarak antar tempat pembuangan dengan roda belakang menjadi sedekat mungkin.Untuk side Dump Truck, agar mudah karena tempat pembuangan dapat dilihat oleh pengemudi.
Penggunaan Dump Truck pada proyek, cukup dominant dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, ini terlihat dalam operasionalnya dump truck antara lain :
·           Pengankutan batuan dari tempat quarry ketempat pabrik untuk diolah menjadi krikil dan agregat.
·           Mengankut tanah buangan hasil galian excavator.
·           Mengankut tanah untuk timbunan badan jalan.
·           Mengangkut agregat untuk lapisan jalan
·           Mengangkut aspal hot mix ketempat lokasi pekerjaan.
·           Mengangkut material dan bahan lainnya.

4.2     Trailer
Peralatan-peralatan yang dipakai untuk pekerjaan konstruksi pada umumnya bukan didesain untuk berjalan sendiri di jalan-jalan dengan mesing penggeraknya (terutama untuk jarak jauh). Oleh karena itu untuk memindahkan peralatan-peralatan tersebut dari medan kerja yang satu kemedan kerja lain, diperlukan peralatan pengankut trailer.
Trailer secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
·         Semi Trailer (dengan bentang tarik kaku)
·         Full Trailer (dengan perlengkapan tarik khusus)
Setiap Trailer harus mempunyai bak pengangkut yang cukup kuat dan lebar bagi peralatan yang akan diangkut. Selain itu harus dilengkapi alat-alat untuk memuat dan lebar bagi peralatan yang akan diangkut. Selain itu harus dilengkapi alat-alat untuk memuat dan menurunkan peralatan dengan cara yang aman. Dikarenakan pengankutan kadang-kadang melalui jalan tanjakan, turunan, daerah-daerah yang berbahaya, maka tenaga penggeraknya/Truck Tracktor harus cukup bertenaga dan dilengkapi dengan perlengkapan-perlangkapan yang diperlukan seperti : klem, pagar, rantai, dan sebagainya.
Pekerjaan yang paling sulit yang berhubungan dengan peralatan pengankutan ini adalah pada saat menaikan dan menurunkan beban/ peralatan yang diangkut, untuk itu dibutuhkan tenaga yang berpengalaman dan terampil, sehingga keamanan bagi peralatan, manusiannya dan keamanan waktu berjalan lebih terjamin.
Pengankutan peralatan dengan trailer menjadi suatu keharusan pada suatu proyek yang mempunyai jarak yang cukup jauh, karena trailer mempunyai kemampuan untuk itu, sehingga pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan peralatan berat akan dapat diselesaikan tepat waktu.
4.3     Truck Wagon
            Untuk pengangkutan material yang khusus dan dalam jumlah besar maka dipakai suatu alat angkut yang dinamakan truck wagon di lihat dari cara pembuangannya maka truck wagon di bagi menjadi 3 macam, yaitu:
a. Rear dump (pembuangan kebelakang)
b. Bottom dump (pembuangan kebawah)
c. Side dump (pembuangan kesamping)
Masing-masing ketiga macam tadi penggunaanya disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan di lapangan. Beberapa keuntungan yang didapat dari penggunaan truck wagon antara lain:
1.      material yang diangkut cukup besar
2.      bisa digunakan penarik tersendiri, sehingga bisa menghemat penggunaan alat berat.

5.        Excavator
Excavator berfungsi sebagai alat bantu melakukan pekerjaan harus memiliki faktor keselamatan kerja yang baik. Faktor keselamatan tersebut dapat berupa pemilihan material tepat sesuai dengan kondisi kerja, desain, maupun saat proses pembuata excavator.
Excavator arm adalah salah satu komponen dari excavator yang berfungsi sebagai penghubung antara bucket dengan boom. bagian arm yang paling kritis pada pmbebanan adalah ke 2 ujungnya. Material tersebut harus mampu menahan pembebanan yang terjadi.
Definisi excavator merupakan salah satu alat berat untuk memindahkan suatu material. Tujuannya adalah untuk membantu pekerjaan yang sulit agar lebih ringan juga mempercepat waktu pekerjaan dan menghemat waktu.
Excavator banyak digunakan :
1.      menggali parit, lubang, pondasi
2.      pemghancuran gedung.
3.       meratakan muka tanah.
4.      mengakat dan memindahkan material.
5.      mengeruk sungai.
6.      pertambangan.

Jenis excapator:
Dengan ada perbedaan dari masing2 industri, maka para perusahaan pembuat excavator melengkapi jenis excavator berdasarkan fungsinya dan diklarifikasikan berdasarkan jenis bucketnya antara lain sebagai berikut:
1.         Standar bucket merupakan jenis yang sering di gunakan karena penggnaan yang fleksibel dalam beberapa hal.
2.         Ripper bucket jenis ini cocok untuk menggali lapisan batu dan tanah liat yg keras.
3.         Coal buket dan chip bucket sangat bagus untuk menangai material batu bara dan pecahan batu
4.         Slope finishing bucket digunkan untuk meratakan permukaan tanah karena memiliki bucket yang datar dan lebar biasanya untuk meratakan jalan, lereng, sisi sungai dll.
5.         Lifting magnet di gunakan untuk mengakat dan memindah material yang terbuat dari
bucket yang berbeda akan mempengaruhi komponen2 yang lainnya, terutama tingkat pembebanan yang berbeda. Sehingga desain eskavator dapat berubah ubah menyesuaikan bucketnya.




5.1         Backhoe
                 Backhoe menggunakan prome mover excapator. Perlu diketahui pula tentang bagian-bagian excapator, bagian-bagian utama dari excapator antara lain:
·         Bagian atas revolving unit (bisa di putar)
·         Bagian bawah travel unit (untuk berjalan)
·         Bagian attachment yang dapat di ganti
Backhoe dikhususkan untuk penggalian yang letaknya di bawah kedudukanbackhoe itu sendiri. Keuntungan backhoe jika dibandingkan terhadap dragline dan clamshell yang fungsinya juga hamper sama adalah dapat menggali dengan kedalaman yang jauh lebih teliti, juga backhoe bisa digunakan sebagai alat pemuat bagi truck truck.
Pada umumnya jenis backhoe dibedakan menurut kendalinya adalah:
·         Dengan cable controlled
·         Dengan hydraulic controlled
Pada prinsipnya cara kerja kedua jenis backhoe ini hamper sama, hanya saja perlu kita ketahui bahwa suatu kerugian untuk kendali hydraulic (hydraulic controlled) adalah bahwa kemungkinan untuk di ganti dengan attachment lain adalah terbatas sekali.
Gerakan-gerakan backhoe dalam beroprasi, terdiri dari empat:
·         Mengisi bucket (land bucket)
·         Mengayun (swing loaded)
·         Membongkar beban (dump bucket)
·         Mengayun balik (swing empty)

5.2         Dragline
Dragline adalah alat yang didapat dengan menambahkan attachment boom crane dan drag bucket pada excapator. Pada kenyataannya dragline ini mempunyai jangkauan lebih besar dari pada jenis shovel, tetapi dalam tenaga penggali lebih kecil. Mengingat dragline mempunyai tenaga penggali (digging power) hanya dengan mengandalkan kekuatan dari pada berat sndiri digging bucket.
Jenis lain dari pada peralatan ini adalah clamshell yang di peroleh dengan mengganti bucket. Tetapi perlu diketahui kedua dua jenis baik dragline maupun clamshell, sangat cocok digunakan untuk penggalian di bawah permukaan tanah.
Sesungguhnya bahwa excapator dari kelompok lain, selain dapat berfungsi sebagai dragline dan clamshell, dapat pula dirubah fungsinya menjadi excapator magnetis untuk bijih besi dan dapat pula dirubah menjadi alat pemancang dengan sedikit modifikasi pada perlengkapannya.
Dragline dapat dibedakan menjadi 3tipe yaitu:
1.      Dragline dengan roda kelabang
2.      Dragline dengan roda ban
3.      Dragline yang dipasang diatas truck
Produksi dragline tergantung dari hal-hal berikut:
1.      Jenis tanah/material yang digali
2.      Kedalaman menggali
3.      Sedut swing dari boom
4.      Ukuran dan tipe bucket
5.      Panjang boom
6.      Kondisi lapangan lapangan kerja
7.      Kondisi manajemen
8.      Kemahiran operator
9.      Kondisi alat

5.3         Clamshell
Clamsell di dapat dengan menggantikan drag bucket pada dragline dangan clamshell. Clamshell ini sangat cocok dikerjakan terutama untuk bahan-bahan yang lepas seperti pasir, kerikil, batu pecah, lumpur, batu bara dan sebagainya.
Clamshell bekerja dengan cara menjatuhkan bucket secara vertical dan mengangkatnya secara vertical juga, dengan swing sebagaimana pada excapator membongkar material ketempat yang dikehendaki. Gerakan-gerakan vertical tadi tergantung pada boom dan sudut yang digunakan
Bucket clamshell yang digunakan terdapat pada berbagai ukuran, mempunyai dua macam bucket yakni:
1.      Heavy duty bucket, yang dilengkapi dengan gigi yang dapat dilepas, digunakan untuk penggalian
2.      Light duty bucket, untuk mengangkat bahan ringan, tanpa dilengkapi gigi-gigi
Kapasitas bucket yang dihitung ada 3 macam ukuran yaitu:
1.      Water level capacity adalah kapasitas bucket dimana bucket terendam air ( digantung setinggi permukaaan air)
2.      Plate line capacity, adlah kapasitas, dimana bucket terisi rata mengikuti garis sepanjang puncak clamshell
3.      Heaped capacity adalah kapasitas bucket munjung

5.4         Power Shovel
Masih satu golongan ddengan backhoe yakni jenis shovel, yang diberikan attachment pada axcapator. Alat demikian disebut power shovel. Alat ini baik sekali dipergunakan sebagai alat penggali dan sebagian alat pemuat, tanpa memerlukan alat bantuan lain untuk keperluan tersebut.
Power shovel ini dilapangan digunakan terutama untuk penggalian tebing yang letaknya lebih tinggi dari pada tempat kedudukan alat. Utamanya power shovel ini crowler mounted (beroda kelabang) mengingat bahwa untuk alat ini dipergunakan floating (daya apung)dan stabilitas yang besar.
Seperti backhoe shovel pada umumnya maka power shovel pun dibedakan menjadi 2 macam:
1.      Dengan cable controlled (kendali kabel)
2.      Dengan hydraulic controlled (kendali hidrolis)

6.        Motor Greder
Untuk keperluaan peralatan tanah digunakan grader. Juga untuk membentuk permukaan yang dikehendaki. Hal ini bisa dilaksanakan sebab blade dari grader (juga di sebut mold board) dapat diatur sedemikian rupa
Jenis grader pada prinsipnya dibedakan dalam 2jenis:
·         Motor grader, yang mempunyai pergerakan sndiri.
·         Toerd grader, dalam oprasinya memerlukan pergerakan lain
Kedua jenis tersebut yang kini banyak dipergunakan adalah jenis motor grader dan jenis ini akan diuraikan lanjut.
Blade dari motor grader ini dapat diatur sedemikian rupa sehingga fungsinya bisa di atur angle dozer, bulldozer atau tilting dozer ini jenis lebih fleksibel daripada jenis dozer. Versi bentuk blade ini tidak berarti bahwa motor grader adalah variasi bentuk dari jenis dozer. Karena dalam pekerjaan penggusuran tanah, bulldozer jauh lebih efektif daripada grader. Hal ini disebabkan tenaga yang tersedia dan juga letak centroid (titik berat) pada blade bulldozer.
Sudut blade yang dipakai dalam pekerjaan perataan mendatangkan problem tersendiri terhadap roda-roda motor grader. Alas an inilah yang menyebabkan mengapa dalam perencanaan motor grader modern, roda-rodanya dapat diatur (fleksibel) dengan cara memiringkan roda-roda bagian muka. Kemiringan roda bagian muka yang membentuk sudut dengan arah gerakan memberikan kestabilan dalam pengendalian.
Motor grader dengan blade standar (blade yang dilengkapi olehscarifier) sangat baik untuk mencampurkan dan menaburkan material juga mengaduk dan meratakan windraw (gundukan tanah) yang belum lama ditempatkan pada badan jalan.
Kemampuan maneuver yang besar pada motor grader menyebabkan motor grader cocok digunakan pada pekerjaan peralatan yang luas, misalnya landasan terbang. Peralatan ini tidak terbatas pada peralatan yang halus pada permukaan yang tidak selevel.

7.        Compactor
Dalam pelaksanaan konstruksi jalan dan landasan terbang atau konstruksi-konstruksi lain yang memerlukan stabilitas dan kepadatan tertentu, diperlukan peralatan untuk pemadatan. Pemadatan adalah usaha untuk menyusun kembali letak butir tanah sehingga pada tanah dasar tersebut dicapai letak butir yang rapat.
Berbagai macam cara pemadatan, namun yang umum dipakai pada proyek konstruksi jalan, dengan cara penggilasan (roller) dengan peralatan seperti di atas. Pada pekerjaan peningkatan jalan, tidak semua peralatan pada suatu pekerjaan harus mempertimbangkan segi efisiennya, ekonomis dan kemampuan peralatan, serta medan yang dihadapi dan lain-lain.
Pembatasan penggunaan peralatan tersebut, membawa kita harus memilih peralatan yang benar-benar dapat menunjang pelaksanaan pekerjaan, sebab kesalahan dalam menentukan peralatan akan berpengaruh, baik dari segi teknis maupun dari segi ekonomisnya.
Peralatan-peralatan yang digunakan pada proyek tersebut akan melakukan pemadatan adalah :
·           Tandem Roller
·           Vibrator Compactor
·           Tyre Roller
·           Three Wheel Roller
·           Sheep Foot Roller
·           Pneumatic Tired Roller
·           Tamping Roller
·           Modified Tamping Roller
·           Manually Operated Vibratory Plate Compactor
·           Manually Operated Rammer Compactor

Peralatan-peralatan tersebut diangap mampu untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
7.1         Tandem Roller
Penggunaan dari penggilas ini untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya penggilas lapisan hotmix. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton. Penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting), berkisar antara 25-60% dari pada berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilas biasanya digunakan three axle tandem roller pada penggilasan batu-batuan yang keras dan tajam, sebaiknya jangan dilakukan, sebab akan merusak roda penggilasnya.
7.2         Vibrator Roller/Penggilas dengan getaran
Peralatan ini digunakan untuk :
·         Pemadatan tanah timbunan pada pembentukan badan jalan.
·         Pemadatan hamparan aggregate A dan aggregate B
Vibrator Roller adalah tandem roller yang mempunyai efisiensi pemadatan yang sangat baik, dan memungkinkan untuk digunakan secara luas dalam setiap jenis pemadatan, karena membawa aspek dayadinamis terhadap tanah sehingga butir-butir tanah cenderung mengisi bagian-bagian yang kosong yang terdapat di antara butir-butirnya, sehingga tanah menjadi padat.
Tiga factor yang diperlukan dalam proses pemadatan dengan menggunakan vibrator roller yakni : frekuensi, getaran, amplitudo getaran dan gaya sentrifungal. Vibrator Compactor adalah gabunagn ketiga prinsip sekaligus yakni : Rolling, tampin dan vibration.


7.3         Tyre Roller/Pneomatik Roller atau penggilas roda ban
Alat ini biasanya digunakan pada pemadatan kedua setelah tandem roller/three wheel roller, dimana dalam pelaksanaannya roda karet selalu basah/selalu dibasahi denga air.
Jenis peralatan ini ada yang bermesin sendiri dan ada yang ditarik-tarik, roda penggilas jenis ini mempunyai susunan roda muka dan belakang selang-seling, bagian yang tidak tergilas oleh roda belakang dan pada akhirnya nanti akan tergilas pada roda berikutnya. Roda-roda ini menghasilkan apa yang dinamakan heading action (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Peralatan ini baik sekali digunakan pada pekerjaan penggilasan bahan granular, dan penggilasan antara. Seperti pada pekerjaan peningkatan jalan.
Peralatan tersebut digunakan untuk penggilasan tanah timbunan pada badan jalan digunakan untuk :
·         Penggilasan tanah timbunan pada badan jalan
·         Penggilasan Hot Mix pada pekerjaan ATB
·         Penggilasan Hot Mix pada pekerjaan HRS
Pada lapisan yang berbatu dan tajam akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya.
7.4     Three Wheel Roller
Three wheel Roller atau disebut juga Macadam Roller, sering digunakan untuk pemadatan yang berbutir kasar dan untuk menambah bobotnya, maka roda silinder yang kosong diisi dengan zat cair (minyak, air) atau kadang-kadang diisi dengan pasir sehingga bobotnya dapat meningkat antara 15-35% dari berat penggilas antara 6-12 ton.
7.5     Sheep Foot Roller (penggilas kaki kambing)
Untuk daerah yang badan jalannya menggunakan tanah timbunan sebaiknya alat ini dipergunakan terlebih dahulu baru peralatan pemadatan yang menggunakan three wheel roller.
Sheep Foot Roller ini akan membuat timbunan tanah badan jalan lebih padat dalam pengkerasannya dan alat itu sendiri tidak akan terbenam dan tergelincir oleh karena kelembekan tanah sebab rodanya sendiri mempunyai kuku kambing.
7.6       Pneumatic Tired Roller
Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic) susunan dari roda muka dan roda belakang selang seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian muka akan digilas oleh roda bagian belakang.
Roda-roda ini menghasilkan apa yang dinamakan kneading action (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban makin besar tekanan yang terjadi pada tanah.
Sumbu dari roda dapat bergoyang mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar kneading action tadi. Pneumatic tired roller baik sekali digunakan pada pekerjaan penggilasan bahan yang granular. Juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai penggilas antara. Pada penggilasn lapisan yang berbatu dan tajam akam mempercepat kerusakan pada roda-rodanya sehingga sebaiknya tidak digunakan.
Sama halnya tandem roller dan roller lainnya, pneumatic tired roller pun beratnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin.
7.7              Tamping Roller
Tamping Roller disebut sebagai alat pemadat yang berupa sheep’s foot roller. Metode pemadatannya adalah peremasan atau kneading action, sehingga dengan pemadatan metode ini permukaan tanah diharapkan dapat dilalui tanpa mengalami banyak hambatan. Terdapat silinder yang bagian luarnya dipasang kaki-kaki; terjadi tekanan yang tinggi dan memberikan pemadatan ke bawah. Alat ini baik digunakan untuk tanah berpasir dengan sedikit mengandung lempung; tanah plastis dan kohesif. Efektif untuk pemadatan material lepas tebal 15 – 25 cm, ukuran 3 – 5 ton; sampai 12 – 30 ton.
7.8              Modified Tamping Roller
Alat ini sering disebut juga grid roller. Dengan memberikan pemberat berupa balok beton, tekanan yang diberikan alat pada tanah akan menjadi lebih besar. Jika tanah mengandung batuan, grid roller yang diberi pemberat dapat membantu alat untuk memecahkan batuan sehingga permukaan tanah relatif lebih rata.
7.9              Manually Operated Vibratory Plate Compactor
Alat ini digunakan sebagai pemadat tanah dan lapisan aspal tempat alat yang besar tidak dapat atau kurang efektif untuk digunakan.
7.10          Manually Operated Rammer Compactor  
Alat manual yang baik digunakan untuk memadatkan tanah yang kohesif dan tanah campuran.
8          Crane
Sebuah derek, juga bisa dikenal sebagai jembatan crane , crane adalah jenis mesin yang digunakan untuk mengangkat, umumnya dilengkapi dengan penggulung (juga disebut tali kawat drum), kawat tali atau rantai dan berkas gandum , yang dapat digunakan baik untuk mengangkat dan menurunkan material dan untuk memindahkan mereka secara horizontal. Menggunakan satu atau lebih mesin sederhana seperti hoist untuk menciptakan keuntungan mekanis dan dengan demikian memindahkan beban di luar kemampuan normal manusia. Cranes biasa digunakan dalam transportasi industri untuk bongkar muat barang, dalam pembangunan industri untuk pergerakan material dan dalam industri manuvektur untuk perakitan alat berat .
Jenis dari crane:
8.1         Overhead crane
Overhead crane yang digunakan di toko mesin khas. Hoist dioperasikan melalui tombol tekan stasiun kabel untuk memindahkan beban sistem dan segala arah.
Sebuah crane overhead , juga dikenal sebagai crane jembatan, adalah jenis crane di mana mekanisme hook berjalan sepanjang balok horisontal yang itu sendiri berjalan sepanjang dua rel terpisah secara luas. Seringkali di sebuah bangunan pabrik yang panjang dan berjalan di sepanjang rel sepanjang dua bangunan tembok panjang. Hal ini mirip dengan crane gantry . Overhead crane biasanya terdiri dari baik balok tunggal atau konstruksi balok ganda. Ini dapat dibuat dengan menggunakan baja khas balok atau jenis kotak girder lebih kompleks. Girder jembatan ganda lebih khas ketika sistem membutuhkan kapasitas yang lebih berat dari 10 ton dan di atas. Keuntungan overhead menjadi kerekan untuk mengangkat barang-barang, jembatan, yang meliputi wilayah yang dicakup oleh derek, dan troli untuk bergerak di sepanjang jembatan.
Crane overhead yang paling umum digunakan dalam industri baja . Pada setiap langkah dari proses manufaktur, sampai ia meninggalkan pabrik sebagai produk selesai, baja ditangani oleh overhead crane. Bahan baku dituangkan ke dalam tungku oleh derek, baja panas disimpan untuk pendinginan oleh overhead crane, selesai kumparan terangkat dan dimuat ke truk dan kereta api oleh overhead crane, dan fabricator atau stamper menggunakan overhead crane untuk menangani baja di pabrik. Para mobil industri menggunakan crane overhead untuk penanganan bahan baku.
Hampir semua pabrik kertas menggunakan crane untuk pemeliharaan rutin jembatan yang membutuhkan penghapusan gulungan tekan berat dan peralatan lainnya. Para crane jembatan digunakan dalam konstruksi awal mesin kertas karena mereka memfasilitasi instalasi dari kertas besi cor berat pengeringan drum dan peralatan besar lainnya, beberapa berat sebanyak 70 ton.
Dalam banyak kasus biaya derek jembatan dapat sebagian diimbangi dengan tabungan dari tidak menyewakan mobile crane dalam pembangunan fasilitas yang menggunakan banyak peralatan proses berat.
8.2         Mobile
Jenis yang paling dasar dari mobile crane terdiri dari rangka atau boom teleskopik yang dipasang pada platform mobile baik itu di jalan, kereta api atau air.
8.2.1   Truck-mounted crane
Sebuah crane yang terpasang pada truk pembawa menyediakan mobilitas untuk jenis crane. Umumnya, crane ini dapat melakukan perjalanan di jalan raya, menghilangkan kebutuhan untuk peralatan khusus untuk mengangkut derek. Ketika bekerja di jobsite, outriggers diperluas secara horizontal dari casing kemudian vertikal ke tingkat dan menstabilkan derek sementara diam dan mengangkat . Banyak truk crane memiliki kemampuan lambat-perjalanan (beberapa mil per jam) sementara menangguhkan beban. Besar harus diperhatikan untuk tidak memuat ayunan samping dari arah perjalanan, seperti stabilitas anti-tipping paling kemudian terletak pada kekakuan suspensi chassis. Kebanyakan crane jenis ini juga memiliki counterweight bergerak untuk stabilisasi di luar yang disediakan oleh outriggers. Beban ditangguhkan langsung belakang adalah yang paling stabil, karena sebagian dari berat crane bertindak sebagai penyeimbang. grafik Pabrik-dihitung (atau pengamanan elektronik) yang digunakan oleh operator crane untuk menentukan beban aman maksimum untuk stasioner (outriggered) kerja serta (on-karet) beban dan kecepatan perjalanan.
8.2.2        Sidelift crane
Sebuah sidelifter derek adalah jalan-akan truk atau semi-trailer , mampu hoist dan transportasi standar ISO kontainer . Container angkat dilakukan dengan kerekan crane seperti paralel, yang dapat mengangkat wadah dari tanah atau dari kendaraan kereta api .
8.2.3        Rough terrain crane
Sebuah derek dipasang pada bagian bawah dengan empat ban karet yang dirancang untuk pick dan membawa operasi dan untuk off-road dan "kasar daerah" aplikasi. Outriggers digunakan untuk tingkat dan menstabilkan crane untuk mengangkat.
Teleskopik crane ini adalah single-mesin mesin, dengan mesin yang sama powering bawah dan crane, mirip dengan crane crawler. Dalam derek medan kasar, mesin biasanya terpasang di bagian bawah daripada di atas, seperti crane crawler.
8.2.4        All terrain crane
Sebuah crane mobile dengan peralatan yang diperlukan untuk bepergian dengan kecepatan di jalan umum, dan di medan kasar di lokasi kerja dengan menggunakan all-wheel dan kemudi kepiting. AT memiliki 2-9 as dan dirancang untuk mengangkat beban sampai dengan 1.200 ton
8.2.5        Crawler crane
crawler adalah derek yang dipasang pada bagian bawah dengan satu set truck yang memberikan stabilitas dan mobilitas. Crawler crane kapasitas angkat berkisar dari sekitar 40 hingga 3.500 ton.
Crawler crane memiliki keuntungan dan kerugian tergantung pada penggunaannya. Keuntungan utama mereka adalah bahwa mereka bisa bergerak di situs dan melakukan setiap angkat dengan sedikit set-up, karena crane stabil pada trek dengan tanpa bercadik. Selain itu, crawler crane mampu bepergian dengan beban. Kekurangan utama adalah bahwa mereka sangat berat, dan tidak dapat dengan mudah dipindahkan dari satu situs pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa biaya signifikan. Biasanya crawler besar harus dibongkar dan digerakkan oleh truk, mobil kereta api atau kapal ke lokasi berikutnya.
8.2.6        Railroad crane
Sebuah derek kereta api telah flens roda untuk digunakan pada jalan kereta api. Bentuk paling sederhana adalah derek yang dipasang di gerobak datar. Perangkat lain mampu adalah tujuan-dibangun. Berbagai jenis crane digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan , operasi pemulihan dan pemuatan barang di yard barang.
8.2.7        Floating crane
Floating crane digunakan terutama di jembatan bangunan dan port konstruksi, tetapi mereka juga digunakan untuk bongkar muat sesekali berat atau canggung beban khususnya dan mematikan kapal. Beberapa floating crane yang terpasang pada ponton , yang lain khusus crane tongkang dengan kapasitas angkat melebihi 10.000 ton dan telah digunakan untuk mengangkut seluruh bagian jembatan. Floating crane juga telah digunakan untuk menyelamatkan cekung kapal .
Crane kapal sering digunakan dalam konstruksi lepas pantai . The revolving crane terbesar dapat ditemukan di SSCV Thialf , yang memiliki dua crane dengan kapasitas 7.100 ton
8.2.8        Aerial crane
crane udara atau 'crane Sky' biasanya helikopter dirancang untuk mengangkat beban besar. Helikopter dapat melakukan perjalanan ke dan mengangkat di daerah yang sulit dijangkau oleh crane konvensional. crane Helikopter yang paling umum digunakan untuk mengangkat unit / beban ke pusat perbelanjaan dan highrises. Mereka bisa mengangkat segala sesuatu dalam kapasitas mereka mengangkat, (mobil, kapal, kolam renang, dll). Mereka juga melakukan penanggulangan bencana setelah bencana alam untuk membersihkan-up, dan selama kebakaran liar mereka mampu membawa ember besar air untuk memadamkan kebakaran.
Beberapa crane udara, kebanyakan konsep, juga telah menggunakan lebih ringan daripada pesawat udara, seperti airships .
8.3         Fixed
Kemampuan untuk membawa beban yang lebih besar dan mencapai ketinggian lebih besar akibat peningkatan stabilitas, jenis crane dicirikan oleh kenyataan bahwa struktur utama mereka tidak bergerak selama masa penggunaan. Namun, masih banyak dapat dirakit dan dibongkar.
8.3.1    Tower crane
Tower crane adalah bentuk modern dari crane keseimbangan yang terdiri dari bagian-bagian dasar yang sama. Tetap ke tanah pada slab beton, menara crane sering memberikan kombinasi terbaik dari tinggi dan kapasitas angkat dan digunakan dalam pembangunan gedung-gedung tinggi. dasar tersebut kemudian melekat pada tiang yang memberikan derek tingginya. Lebih lanjut tiang adalah terpasang pada unit slewing (gear dan motor) yang memungkinkan derek untuk memutar. Di atas unit slewing ada tiga bagian utama yang adalah: jib horisontal panjang (lengan kerja), counter-jib pendek, dan operator taksi.
Tower crane cabin
Horizontal jib panjang adalah bagian dari crane yang membawa beban. Counter-jib membawa penyeimbang, biasanya blok beton, sedangkan jib yang menunda beban ke dan dari pusat derek. Operator crane baik duduk di taksi di puncak menara atau mengontrol crane dengan remote control radio dari tanah. Dalam kasus pertama kabin operator paling biasanya terletak di bagian atas menara melekat pada turntable, namun dapat dipasang pada jib, atau setengah jalan ke bawah menara. Kait pengangkat dioperasikan oleh operator crane menggunakan motor listrik untuk memanipulasi kabel kawat tali melalui sistem berkas gandum. hook ini terletak di lengan horizontal lama untuk mengangkat beban yang juga berisi motor. Sebuah tower crane berputar pada porosnya sebelum menurunkan hook angkat.
Sebuah tower crane biasanya dirakit oleh jib teleskopik (mobile) crane dari jangkauan yang lebih besar dan dalam hal crane menara yang telah meningkat sementara membangun gedung pencakar langit yang sangat tinggi, sebuah derek yang lebih kecil akan sering diangkat ke atap menara selesai untuk membongkar tower crane setelahnya.
8.3.2    Self-erecting cran
Umumnya jenis tower crane, crane ini, juga disebut self-assembling mengangkat diri dari tanah atau mengangkat sebuah bagian atas telescoping menggunakan jack bagian yang memungkinkan bagian berikutnya menara yang akan dimasukkan di permukaan tanah atau diangkat ke tempatnya oleh sebagian didirikan kren. Mereka dengan demikian dapat dirakit tanpa bantuan dari luar, dan dapat tumbuh bersama dengan bangunan atau struktur mereka mendirikan.   

8.3.3    Telescopic crane
Sebuah derek teleskopik memiliki ledakan yang terdiri dari sejumlah tabung dipasang satu di dalam yang lain.. Sebuah hidrolik powered mekanisme lain atau memperluas atau ditarik tabung untuk menambah atau mengurangi total panjang boom. Jenis booming sering digunakan untuk proyek-proyek konstruksi jangka pendek, pekerjaan penyelamatan, mengangkat kapal masuk dan keluar dari air, dll.
8.3.4   Hammerhead crane
Crane ini terdiri dari menara baja yang berputar besar, horisontal, ganda kantilever , bagian depan dari kantilever ini atau jib membawa troli mengangkat. Jib adalah diperpanjang mundur dalam rangka membentuk dukungan untuk mesin dan berat counter-balancing. Gerakan horizontal seperti beban adalah fitur ditandai desain crane nanti. Crane ini biasanya dibangun dalam ukuran besar, hingga 350 ton.
8.3.5    Level luffing crane
Biasanya sebuah crane dengan jib berengsel akan cenderung memiliki hook perusahaan juga bergerak ke atas dan ke bawah sebagai bergerak jib. Sebuah tingkat luffing crane adalah bangau dari desain umum, tetapi dengan mekanisme tambahan untuk menjaga tingkat hook saat luffing.
8.3.6    Gantry crane
Sebuah crane gantry memiliki hoist di sebuah rumah mesin tetap atau pada sebuah troli yang berjalan horizontal di sepanjang rel, biasanya dipasang pada sebuah balok tunggal (mono-girder) atau dua balok (twin-girder). Bingkai crane didukung pada sistem gantry dengan menyamakan kedudukan balok dan roda yang berjalan di jalur kereta api gantry, biasanya tegak lurus terhadap arah perjalanan troli. Crane ini datang dalam semua ukuran, dan beberapa dapat memindahkan beban yang sangat berat, terutama contoh-contoh yang sangat besar yang digunakan dalam industri galangan kapal atau instalasi. Sebuah versi khusus adalah kontainer crane yang dirancang untuk bongkar muat kontainer yang terbawa kapal di pelabuhan.
8.3.7    Deck crane
Terletak di kapal dan perahu, ini digunakan untuk kegiatan bongkar muat kargo atau perahu dan pengambilan di mana tidak ada pantai bongkar fasilitas yang tersedia. Kebanyakan diesel-hidrolik atau listrik-hidrolik.
8.3.8    Jib crane
Sebuah derek jib adalah jenis crane di mana anggota horizontal mendukung hoist bergerak. Jib crane digunakan dalam bangunan industri dan kendaraan militer. Jib mungkin ayun melalui busur, untuk memberikan pergerakan lateral tambahan, atau diperbaiki. crane serupa, sering dikenal hanya sebagai kerekan, dipasang di lantai atas bangunan gudang untuk memungkinkan barang-barang yang akan diangkat ke semua lantai.
8.3.9    Bulk-handling crane
Bulk-penanganan crane dirancang sejak awal untuk membawa ambil shell atau ember, daripada menggunakan hook dan kain gendongan. Mereka digunakan untuk kargo curah, seperti batu bara, mineral, besi tua dll
8.3.10        Loader crane
Sebuah derek loader adalah bertenaga diartikulasikan lengan-hidrolik dipasang ke truk atau trailer , dan digunakan untuk bongkar muat kendaraan. Bagian jointed banyak bisa dilipat ke dalam ruang kecil ketika crane sedang tidak digunakan. Satu atau lebih dari bagian mungkin teleskopik . Seringkali crane akan memiliki tingkat otomatisasi dan mampu membongkar atau menyelundup sendiri tanpa instruksi operator.
Tidak seperti kebanyakan crane, operator harus bergerak di sekitar kendaraan untuk dapat melihat bebannya; maka crane modern mungkin dilengkapi dengan sistem kontrol portabel kabel atau radio-linked untuk melengkapi crane-mount tuas kontrol hidrolik.
Sebuah derek rolloader adalah bangau loader dipasang pada chassis dengan roda. Chassis ini bisa naik di trailer. Karena crane yang dapat bergerak pada trailer, itu bisa menjadi derek cahaya, sehingga trailer diperbolehkan untuk mengangkut lebih banyak barang.
8.3.11        Stacker crane
Sebuah crane dengan forklift mekanisme tipe yang digunakan di otomatis gudang. Crane bergerak pada jalur di sebuah lorong gudang. Garpu ini dapat menaikkan atau menurunkan ke salah satu dari tingkat rak penyimpanan dan dapat diperpanjang ke rak untuk menyimpan dan mengambil produk. Produk dapat dalam beberapa kasus sebagai besar sebagai mobil . Stacker crane sering digunakan dalam gudang freezer besar produsen makanan beku. Hal ini untuk menghindari membutuhkan driver forklift untuk bekerja di bawah suhu beku setiap hari.
9               Tiang Pancang

9.1    Drop Hammer
Drop hammer adalah sebuah palu berat yang di letakan pada ketinggian tertentu di atas tiang. Palu tersebut kemudian di lepaskan dan jatuh mengenai tiang. Pada kepala tiang di pasang topi/ cap (shock absorben) untuk menhindari tiang rusak akibat tumbukan hammer. Cap ini biasanya terbuat dari kayu.

9.2    Diesel Hammer

Diesel hammer adalah alat yang mempunyai bagian yang paling sederhana di antara alat-alat lainnya. Diesel hammer memiliki satu silinder deengan dua mesin diesel, piston/ram, tangki bahan bakar, tangki pelumas, pompa bahan bakar, injector dan mesin pelumas. Dalam pengoperasiannya energy alat didapat dari berat ram yang menekan udara di dalam silinder.

9.3    Hydraulic Hammer
Cara kerjanya berdasarkan perbedaan tekanan pada cairan hidrolis. Hammer tipe ini dapat dimanfaatkan untuk memancangkan pondasi tiang baja dan pondasi lempeng baja dengan cara dicengkeram, didorong dan ditarik. Alat ini baik digunakan ketika ada keterbatasan daerah operasi karena tiang pancang yang dimasukkan cukup pendek. Untuk memperpanjang tiang maka dilakukan oenyambutan pada ujung-ujungnya.

9.4    Vibratory Pile Drive
Tiang dipancang oleh getaran yang dihasilkan alat. Alat ini memiliki beberapa batang horizontal dengan bahan eksentris. Pada saat pasangan batang nerputar dengan arah yang berlawanan, berat yang disebabkan oleh beban eksentris menghasilkan getaran pada alat. Getaran yang dihasilkan menyebabkan material di sekitar pondasi terikat pada alat akan ikut bergetar. Alat ini sangat baik digunakan pada tanah lembab.
10           Alat Pemproses Agregat dan Pengangkutannya
Stone Cruishing Plant (Mesin Pemecah Batu)
Peralatan pemecah batu pada proyek ini digunakan sebanyak dua unit, yang masing-masing mempunyai kapasitas 60 ton/hr dan 30 ton/hr, peralatan ini dipergunakan untuk memproduksi agregat kasar > 4,75 mm dan agregat halus < 4,75 mm.
Perlengkapan-perlengkapan dari unit pemecah batu terdiri dari :
·           Crusher/Pemecah Batu.
·         Sceen/ayakan
·         Feeder/Pengisi
·         Conveyor/Ban Penghantar
·         Washing Equipment/Perlengkapan Pencuci dan lain-lain.
Untuk mendapatkan batu-batu pecah dengan ukuran yang dikehendaki, maka bagian-bagian unit pemecah ini harus disetel dan ditambah dengan perlengkapan lain seperti : Primary, Secondary dan Tertiary Crusher dan sebagainya.
Peralatan pemecah batu, bila ditinjau dari alat pemecahannya ada beberapa jenis seperti:
·         Jaw Crusher
·         Impact Crusher
·         Gyratory Crusher
·         Roll Crusher
·         Belt Conveyor
Untuk mendapatkan butiran yang disebut aggregate diperlukan pemecahan lebih lanjut, sehingga didapat gradasi yang minimal, maka digunakan crushing plant yakni yang meyerupai sebuah pabrik.
Tahap-tahap pemecahan dari jenis crusher yang digunakan antara lain adalah:
·      Pemecahan tahap pertama oleh jenis Primary Crusher diperlukan :
Ø  Jaw Crusher (pemecah type rahang)
Ø  Giratory Crusher (pemecah giratori)
Ø  Impact Crusher (pemecah type pukulan)
·      Pemecah tahap kedua oleh jenis Secondary Crusher dipergunakan :
Ø  Cone Crusher (pemecah type konus)
Ø  Roll Crusher (pemecah type silinder)
Ø  Hammer mill (pemecah type pukulan)
·      Pemecah selanjutnya bila diperlukan, oleh Tertiary Crusher dipergunakan :
Ø  Roll Crusher (pemecah type silinder)
Ø  Rod Mill (pemecah type batang)
Ø  Ball Mill (pemecah type bola)
Kombinasi-kombinasi tersebut dapat saja diubah-ubah berdasarkan pengalaman dan percobaan pabrik, namun yang paling banyak digunakan untuk Primary Crusher adalah Jaw Crusher.
10.1     Jaw Crusher
Keuntungan-keuntungan dari Jaw Crusher adalah :
·         Sederhana dalam konstruksi.
·         Memerlukan tenaga yang relative kecil.
Ukuran dari Crusher ditentukan oleh lubang Jaw bagian atas dan lebar Jawnya sendiri diukur dengan inchi.
Corong atau Lubang bagian bawah yang disebut Discharge Opening di mana batu-batu pecah keluar, lebarnya dapat disetel, dimana lebar corong pada waktu dibuka minimal merupakan ukuran batu maksimal yang akan di produksi.
Penyetelan lubang Jaw bagian bawah/lebarnya dinamakan Jaw setting dan ini dilakukan dengan mengeraskan atau mengendorkan baut penyetel.
Sedangkan ukuran batu yang dapat dipecahkan, tanpa batu tersebut keluar terpental, dan kerasnya batu juga mempengaruhi pula tehadap ukuran batu yang dapat dipecah.
10.2     Impact Crusher
Pemecah batu dilakukan adanya flail yang berputar dan memukul dengan cara impact batu yang dimasukan melalui hopper chute, yang ujung flail dari baja sangat keras dan berkualitas tinggi.
Keuntungan jenis ini adalah :
·         Bagian-bagian flail (rotor) dan breaker plate lekas aus.
·         Mudah timbul kemacetan bila batu yang dipecah terlalu keras.

10.3     Gyratory Crusher.
Gyratory atau goyamgan adalah merupakan gerakan daripada jenis pemecah batu didalam bekerja memecahkan batu-batu.
Keuntungan jenis pemecah batu ini adalah :
·         Produksinya lebih nesar.
·         Hasil pemecahan akan lebih baik dan uniform/seragam.
Sedangkan kerugiannya adalah :
·         Memerlukan tenaga yang lebih besar
·         Lebih mahal dari jenis Jaw
·         Perlu tempat kearah vetikal yang lebih tinggi untuk pemasangannya
·         Tidak sesuai untuk dipakai memecahkan batuan yang lembab

10.4     Roll Crusher
Roll Crusher atau pemecah batu jenis roll, memecah batu dengan menjepitnya diantara satu, dua roll atau lebih dimana roll-roll akan berputar berlawanan dengan adanya berat sendiri dan gusuran dari batu, maka batu akan pecah.
Adapun permukaan dari Roll/Silinder bermacam-macam ada yang rata, bergelombang, beralur dengan bermacam-macam, gigi-gigi dan sebagainya, sesuai dengan jenis batu dan hasil pemecahan yang diharapkan.
Roll Crusher ini dipergunakan sebagai peralatan untuk pemecah terakhir. Roll Crusher ini adalah paling tepat dipergunakan untuk secondary crusher deikarenakan adanya bebrapa keuntungan antara lain :
·           Ekonomis dan tidak memerlukan tempat yang besar
·           Gradasi hasil pemecahan baik dan tidak pipih dan dengan syarat batu yang dipecah harus dibatasi ukurannya.

10.5      Belt Conveyor
Belt Conveyor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan tanah, pasir, kerikil batuan pecah beton, dan lain-lain. Kapasitas pemindahan material oleh belt conveyor cukup tinggi karena material dipindahkan secara terus menerus dalam kecepatan yang relatif  tinggi. Bagian dari belt conveyor adalah belt atau ban berjalan, idler (alat penahan ban), unit pengendali, pulley, dan struktur penahan.
11.              Alat Pemproses Beton
Beton merupakan campuran dari semen, agregat dan air. Campuran semen dan air disebut pasta. Agregat yang digunakan secara umum untuk membuat beton adalah agregat halus dan agregat kasar. Campuran beton yang normal mengandung ¾ bagian agregat dan ¼ bagian pasta berdasarkan volume dengan rasio air-semen berkisar antara 0,4 – 0,7 berdasarkan berat.
Pekerjaan dalam pembuatan beton meliputi pengukuran berat setiap komponen beton, pencampuran bahan beton, pemindahan campuran beton, penempatan, konsolidasi, dan pengeringan. Sedangkan peralatan yang biasa dipakai dalam proses pembuatan beton sampai beton tersebut ditempatkan antara lain peralatan pencampur beton (concrete batching and mixing), peralatan pemindahan campuran beton, dan peralatan pengecoran.
11.1          Concrete Batching Plant

 
Untuk memproduksi beton secara massal, ini dilakukan agar produktivitas dapat ditingkatkan, sehingga hasil beton per jam menjadi lebih besar; selain itu juga keseragaman hasil dapat dipertahankan.  Agregat pada batching plant diletakkan pada staple material atau storage bin.  Sedangkan semen diletakkan pada suatu tabung yang disebut cement silo. Batching plant merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari bebrapa unit agregat dan semen. Proses yang terjadi dalam batching plant dapat secara manual, semi otomatis, otomatis, dan juga otomatisasi tingkat tinngi. Alat ini bisa mencampur beton yang keras, beton plastis, beton cair, dan berbagai beton agregat ringan. Output batching plant biasanya diangkut ke proyek dengan menggunakan ready-mixed concrete truck atau dipindahkan ke dalam  mixing plant atau pabrik pencampuran beton. Kapasitas dari batching plant biasanya tiga kali lebih besar dari kapasitas mixing plant.
Cocok untuk komoditi beton dan konstruksi beton dalam setiap jenis proyek arsitektur, termasuk konservasi air, daya listrik, kereta api, jalan, terowongan, lengkungan jembatan, pelabuhan-dermaga dan proyek pertahanan nasional  dan seterusnya, yang aplikasi cakupannya sangat luas.

11.2          Tilting Drum / Molen
                 Mixer kecil yang sering digunakan untuk proyek rumah. Mixer ini disebut dengan molen atau drum miring (tilting drum) yang kemiringannya dapat diatur sehingga bahan-bahn beton dapat dimasukkan dan beton dikeluarkan dengan mudah. Kapasitas mixer berkisar antara 0,1 m3 sampai dengan 9,2 m3.

11.3          Truck Mixer
Truck mixer berguna untuk mengaduk beton dan mengangkut beton hasil pengadukan ke lokasi yang diinginkan. Alat ini juga digunakan sebagai agitor truck yang mengangkut hasil adukan dari mixing plant ke proyek.

11.4          Pengecoron untuk Perkerasan Beton
Perkerasan jalan yang menggunakan beton disebut perkerasan kaku (rigid pavement). Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pengecoran beton untuk perkerasan antara lain Paving mixer, Concrete spreader, Tranveerse concrete finisher, Automatic curing machine, dan Slipform paver.

11.4.1          Paving Mixer
Alat pengaduk beton yang digunakan khusus untuk perkerasan. Paving mixer dilengkapi dengan boom dan bucket untuk kemudahan dalam pengecoran. Serta alat ini dapat berfungsi sebagai mixer pengangkut atau sebagi mixer statis.
11.4.2         Concrete Spreader
Alat untuk meyebarkan beton plastis dalam pembuatan perkerasan dan kemudian menggetarkannya dimana beton plastis dimuat kedalam concrete spreader dengan menggunakan paving mixer atau truck.
11.4.3         Transverse Concrete Finisher
Alat berfungsi untuk meratakan dan membentuk permukaan beton sesuai kemiringan yang diinginkan.

11.4.4         Automatic Curing Machine
Alat curing otomatis ini digunakan pada saat beton mulai mengering dengan menyemprotkan cairan ke atas permukaan beton tersebut.
11.4.5  Slipform Paver
                                    Alat ini mempunyai berbagai fungsi yaitu untuk menyebarkan beton, memadatkan, dan menyelesaikan pekerjaan akhir perkerasan beton. Beton yang disebarkan dengan menggunakan alat ini tidak memerlukan adanya cetakan dan dalam pengoperasiannya tidak mengganggu tulangan beton.

12.              Alat Pemroses Aspal
            Aspal sebagian besar digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Jenis perkerasan yang mengunakan aspal disebut perkerasan lentur. Perkerasan aspal merupakan campuran dari aspal dan agregat (mix asphalt). Fungsi dari aspal pada campuran aspal adalah sebagai pengikat antar agregat, aspal yang masih padat disebut aspal cement. Campuran aspal agar kuat dan sesuai dengan yang diinginkan maka harus dihitung berdasarkan mix design, yaitu antara lain :
·         Stabil
·         Tidak menyebabkan selip
·         Tahan lama
·         Tidak mengalami kelelahan bahan
·         Kedap air
·         Mudah dikerjakan
·         Fleksibel
Alat-alat berat yang berhubungan dengan pekerjaan pengaspalan adalah sebagai berikut :
12.1     Asphalt Plant
Merupakan tempat tempat campuran aspal diaduk, dipanaskan dan dicampur. Ada dua macam asphalt plant yang sering digunakan yaitu drum mix plant dan batch plant.
12.1.1        Batch Plant
Ada beberapa komponen dari batch plant, yaitu sebagai berikut :
·         Cold feed system atau cold bin
·         Screen (saringan)
·         Drum dryer (drum pengering)
·         Hot bin (penampungan)

12.1.2        Drum Mix Plant
Setiap jenis agregat diukur beratnya pada cold feed system maka agregat tersebut dialirkan kedrum mixer yang berotasi secara vertical

12.1.3        Tempat Penyimpanan Aspal
Aspal yang digunakan untuk membuat campuran temperaturnya berkisar 1500 C.

12.1.4        Silo
Silo adalah silinder vertical yang digunakan sebagai tempat penyimpanan camuran aspal hasil dari mixer
12.2     Alat Untuk Perkerasan
Pada saat membuat perkerasan dengan aspal, alat yang dibutuhkan berbeda dengan pembuatan perkerasan beton. Selain truck alat yang digunakan untuk perkerasan aspal adalah :
12.2.1        Asphalt distributor (distributor aspal)
Fungsi dari alat ini adalah untuk menghamparkan aspal cair ke atas permukaan fondasi jalan dengan kecepatan yang sama.

12.2.2        Asphalt paver atau asphalt finisher
Alat yang merupakan traktor beroda ban atau crawler yang dilengkapi dengan suatu sistem yang berfungsi untuk menghamparkan campuran aspal di atas permukaan fondasi jalan.
12.2.3        Compactor (pemadat)

·  Tahap awal pemadatan pada permukaan lapisan aspal untuk meningkatkan densitas lapangan.
·  Selanjutnya, jika pada tahap pertama lapisan belum mencapai kepadatan yang diinginkan maka lapisan dipadatkan kembali.
·  Tahap akhir pemadatan berfungsi untuk mertakan dan melicinkan permukaan. Campuran aspal yang dihamparkan pada saat pemadatan tidak boleh terlalu panas, untuk menghindari lapisan menjadi pecah namun juga tidak boleh terlalu dingin karena akan mempersulit pemadatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar